Senin, 28 April 2014

SIRKULASI DARAH



BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam aktivitas dan kehidupannya individu memerlukan bahan-bahan untuk proses metabolisme, seperti makanan dan oksigen. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Untuk itu  Peredaran darah atau sirkulasi dalam darah berperan penting dalam kelangsungan atau proses metabolisme. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan, oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalam tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
System peredaran darah memiliki tiga komponen utama dalam prosesnya, yaitu sel darah, jantung dan pembuluh darah. Darah berfungsi sebagai medium pengangkut zat makanan, udara dan zat buangan. Sedangkan jantung berfungsi sebagai pemompa darah sehingga dapat deredar keseluruh tubuh. Dan pembuluh darah sebagai tempat darah beredar keseluruh tubuh. Tiga komponen ini sangat berperan penting dalam proses perdaran darah. Karena apabila salah satu dari komponen ini ada masalah, maka sirkulasi peredaran darahpun tidak lancar. Sehingga proses metabolisme maupun kestabilan tubuh organisme akan mengalami gangguan atau kelainan.
B.      Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian dan fungsi sirkulasi darah.
2.      Menerangkan komponen penting dalam perdaran darah.
3.      Menyebutkan dan menjelaskan gangguan-gangguan pada sirkulasi darah.
C.     Manfaat
1.      Pembaca memahami tujuan dan fungsi dari sirkulasi darah.
2.      Pembaca mampu menjelaskan dan memhami komponen penting yang berperan dalam sirkulasi darah.
3.      Pembaca mampu memahami jenis-jenis gangguan yang terjadi pada sirkulasi darah.




BAB 2
PEMBAHASAN
SISTEM SIRKULASI DARAH
A.     Pengertian
Sirkulasi atau peredaran dalam kamus besar bahasa Indonesia daring bermakna peralihan (pergantian) dari keadaan yang satu ke keadaan yang lain yang berulang- ulang. Sehingga peredaran darah ialah peralihan atau perpindahan zat dari dan kesel, untuk melancarkan system transportasi oksigen, pembuangan karbondioksida, dan hasil-hasil metabolismelainnya.
Sirkulasi darah berperan penting dalam mendistribusi hormone dari kelenjar dan organ yang memproduksi hormone ke sel-sel yang membutuhkan.Selain itu mampu mensirkulasikan antibody dan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus. System peredaran darah yang mengangkut zat makanan, zat buangan, zat subtansi beracun, dan zat sisa hasil metabolism menuju ke organ-organ seperti ginjal zat-zat tadi akan di buang, dan di hati akan netralkan.
Sirkulasi ini bersifat tertutup, karena pada keadaan normal tidak ada darah yang menempati wadah di luar tempat aliran darah.Wadah tadi bisa berupa, pembuluh nadi, kapiler atau rongga, pembuluh balik. Selain itu system peredaran dapat juga disebut system darah rangkap. Artinya dalam sekali edar, darah melewati jantung sebanyak dua kali. Saat darah beredar menuju paru-paru dan saat darah beredar keseluruh tubuh. Darah yang beredar menuju paru-paru disebut sitem sirkulasi pulmoner. Karena darah mengalir dari ventrikel kanan, menuju paru-paru, kembali ke artrium kiri. Sedangkan darah yang beredar keseluruh tubuh disebut sirkulasi sistemik. Karena darah mengalir dari ventrikel kanan, menuju kapiler tubuh atau keseluruh tubuh, dan kembali ke atrium kanan.
Komponen-komponen yang berperan dalam perdaran darah terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah.
1.       Sel Darah
Darah merupakan cairan merah dalam pembuluh darah.Warna merah ini tidak selalu tetap atau tidak selalu berwarana merah karena tergantung kandungan yang ada di dalamnya, terutama oksigen dan karbondioksida. Apabila kadar oksigennya tinggi maka warnanya akan berubah merah muda, namun jika karbondiaksida yang berkadar tinggi warnanya menjadi merahtua.
Rata-rata ada 6 atau 8 % darah pada tubuh manusia dari total BB. Jika sample darah diambil kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu disentrifugasi maka tampak darah tersusun atas 55% plasma darah dan 45% sel-sel darah.
Sel Darah manusia terdiri dari dua komponen utama, yaitu sel-sel darah(bagian padat) dan plasma darah (cairan darah). Tiap-tiap komponen darah terdiri atas berbagai komponen, yaitu :
a.    Plasma darah
      Plasma darah terdiri dari air yang didalamnya terlarut berbagai macam zat, 90% air dan 10% sisanya zat-zat yang terlarut didalamnya. Zat- zat ini seperti zat organic, maupun zat anorganik dan zat yang berguna maupun zat buangan sehingga jumlahnya sekitar 7-10%.


Berikut adalah zat-zat yang terlarut dalam plasma darah :
Zat makanan dan mineral
Zat-zat yang diproduksi sel
Protein darah tersusun asam amino
Zat-zat metabolisme
Gas-gas pernapasan
       Glukosa
        Asam amino
       Kolestrol
      Asam lemak
       Garam mineral
            Enzim
         Hormone
          Antibody

    Albumin (menjaga tekanan osmotic darah)      Fibirinogen (penting untuk proses pembekuan darah).       Globulin (membentuk gemaglobulin)
1.       Urea
2.       Asam urat
          Dll.
      Oksigen
       Karbondioksida
       N2

b.      Sel-sel darah
Dibandingkan dengan plasma darah, jumlah sel-sel darah lebih banyak sekitar 40% hingga 50% . Sel-sel darah rediri dari :

a)             Sel darah merah (Eritrosit)
Eritosit merupakan komponen utama sel darah yaitu sekitar 99% dari komponen sel darah utuh. Jumlah sel darah laki-laki dan wanita berbeda, setiap mm3 darah pada seorang laki-laki mengandung 5 juta sel darah merah, sedangkan pada wanita sekitar 4 juta sel darah merah. Eritosit berbentuk bikonkaf sehingga memiliki permukaan yang lebar, tidak berinti sehingga tidak dapat hidup lama. Umur eritrosit sekitar 120 hari saja, setelah mati akan dirombak dalam hati menjadi bilirubin[1] dan biliverdin[2]. Zat besi hasil perombakan tersebut kemudian dikirim ke hati dan limpa untuk membentuk eritrosit baru.
Mengandung Hb yang berperan mengikat O2, dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Karena Hb ini merupakan protein yang mengandung senyawa hemin dan Fe yang berguna mengikat O2 dan CO2.
Pembentukan eritosit pada orang dewasa dan pada janin berbeda. Saat di rahim ibu, eritrosit di bentuk dalam hati dan limpa. Namun pada orang dewasa atau bayi yang baru lahir, eritrosit dibentuk di sumsum tulang, misalnya di tulang dada, tulang lengan atas, tulang lengan atas, tulang kaki atas, dan tulang pinggul.

b)       Sel darah putih (leukosit)
Leukosit memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup berbulan-bulan, tidak mengandung Hb sehingga tidak berwarna merah. Setiap 1 mm3 mengandung 6000-9000 sel darah putih dan ukurannya lebih besar daripada eritrosit, bergerak secara ameboid.
Leukosit dibentuk di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah bening atau kelenjar limfe. Sel darah putih berdasarkan karakteristik sitoplasmanya dapat dibagi menjadi dua yaitu :
-          Granulosit dibentuk oleh jaringan retikulo endothelium, merupakan leukosit yang bergranula. Terdiri atas :
v  Neutrofil granula menyerap warna bersifat netral (granula merah kebiruan), fagosit, jumlah netrofil meningkat disebut leukosit tosis.
v  Eosinofil granula menyerap warna bersifat asam (granula merah), fagosit, untuk mengatasi jenis-jenis penyakit karena alergi.
v  Basofil granula menyerapwarna bersifat basa (granula biru), fagosit, menghasilkan heparin untuk pembekuan darah.
-   Agranulotis dibentuk di kelenjar limpa, merupakan leukosit yang tidak bergranula. Terdiri atas :
v  Monosit inti besar, bersifat fagosit, dapat bergerak cepat.
v  Limfosit inti sebuah, untuk imunitas, tidak dapat bergerak.

c)       Keeping darah (trombosit)
Keping darah atau sel darah pembeku atau trombosit ini merupakan fragmen-fragmen besar sel yang disebut megakariosit, tidak berinti dan tidak beraturan. Masa hidup keping darah ini terbilang sangat pendek sekitar 10-12 hari, karena tidak berinti. Setiap milliliter darah terdapat keeping darah sekitar 200.000 – 400.000 butir. Keeping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Berikut merupakan mekanisme pembekuan darah :
Apabila pembuluh darah rusak, terluka, atau terpotong maka darah akan mengalir dari pembuluh darah. Dan akan berhenti mengalir keluar karena terjadi proses pembekuan. Didalam plasma darah terdapat trombosit yang akan pecah. Tombosit pecah dalam daerah cedera mengeluarkan granula yang mengandung serotonin. Serotonin akan menyebabkan mengakibatkan vasokonstriksi kontraksi otot polos vaskuler, menghambat atau menghentikan aliran darah dalam daerah cedera. Trombosit dengan mudah melekat pada kolagen yang terbuka pada tempat cedera dan, bersamaan dengan kerusakan sel-sel endotel, mengeluarkan enzim tromboplastin (trombokinase). Dalam suatu rangkaian reaksi, tromboplastin secara enzimatik mengubah protombin plasma menjadi trombin, yang selanjutnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Protrobin dan fibrinogen keduanya disintesis oleh hati dan dikeluarkan ke dalam darah. Setelah pembentukannya, fibrin berpolimerisasi menjadi matriks fibriler yang menangkap trombosit-trombosit dan sel-sel darah dan menimbulkan sumbatan hemostatik,dasar dari bekuan darah (trombus). Trombosit juga mengeluarkan trombotenin, suatu protein kontraktil yang digabungkan dalam bekuan dan menyebabkan retraksi bekuan. Lisosom trombosit selanjutnya dapat memegang peranan dalam lisis bekuan setelah penyembuhan.
Mekanisme pembekuan darah mengeluarkan :
a.       Trombosit pecah tromboplastin / faktor antihemofili trombokinase.
b.       Protombin trombin Ca++ dan Vit.K.
c.        Fibrinogen fibrin.
Untuk keperluan tertentu, misal dalam proses pengambilan darah dari donor, maka pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan :
a)       Mendinginkan darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin.
b)       Memberi garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkan ion Ca, sehingga pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat.
c)       Pemberian heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah). Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam transfusi darah dan pada saat operasi.
d)       Mencegah persentuhan dengan permukaan yang kasar, missal menggunakan alat pengambil darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin dan halus.


2.       Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting pada proses peredaran darah. Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu atrium kanan dan kri, serta vertikel kanan dan kiri. letaknya di dalam rongga dada agak ke kiri. Bersarnya kurang lebih sama dengan kepalan. Jantung mempunyai bagian-bagian sebagai berikut: 
a.       Dinding jantung
Dinding jantung merupakan bagian yang membungkus ruangan jantung. Dinding ini terdiri atas tiga lapis, yaitu:

a)       Perikardium
Perikardium adalah selaput pembungkus jantung. Perikardium iniberlapis dua. Diantara keduanya terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk menahan gesekan.
b)       Miokardium
Miokardium adalah otot jantung. Otot ini tersusun atas jenis otot yang bekerja secara tidak sadar.
c)       Endokardium
Endokardium adalah selaput yang membatasi ruangan jantung.
b.       Ruangan jantung
Ruangan jantung manusia berjumlah empat terdiri dari dua serambi (atrium) kanan dan kiri serta dua bilik (ventrikel) kanan dan kiri. Serambi kanan berisi darah yang kaya CO2 berasal dari seluruh tubuh, sedangkan serambi kiri berisi darah yang kaya oksigen yang berasal dari paru-paru.
c.        Klep jantung
Antara serambi dan bilik, antara bilik dan nadi terdapat klep atau valvula. Fungsi klep ini untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Klep-klep tersebut adalah sebagai berikut:
a)       Klep berdaun tiga atau valvula trikuspidalis, terdapat diantara serambi kanan dan bilik kanan. Klep ini berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kanan tidak kembali ke serambi kanan.
b)       Klep berdaun dua atau valvula biskupidalis, terdapat diantara serambi kiri dan bilik kiri. Klep ini berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kiri tidak kembali ke serambi kiri.
c)       Klep berbentuk bulan sabit atau valvula seminularis. Klep ini terdiri atas tiga daun dan terdapat pada pangkal nadi besar. Fungsinya adalah untuk mencegah agar darah dalam nadi tidak kembali ke bilik.
d.       Saraf jantung
Saraf pada jantung membentuk beberapa simpul saraf jantung. Simpul saraf tersebut adalah sebagai berikut:
a)       Simpul Keith-Flack atau Nodus Sino Aurikularis.
Simpul saraf ini terdapat pada dinding serambi, diantara vena yang masuk ke serambi kanan.
b)       Simpul Tawara atau Nodus Atrioventrikularis.
Simpul saraf ini terdapat pada sekat antara serambi dan bilik.
c)       Berkas His.
Berkas His berupa serabut saraf yang merupakan kelanjutan dari simpul tawara. Serabut saraf dari berkas His ini terdapat pada sekat antara bilik dan bercabang cabang ke otot jantung dinding ventrikel.
Cara kerja jantung yaitu bila atrium jantung mengembang, jantung akan mengisap darah masuk ke atrium dari pembuluh balik. atrium kanan menarik darah dari vena cava superior dan vena cava inferior, sedangkan atrium kiri menarik darah vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Bersamaan masuknya darah ke atrium kanan, simpul keith-flack terangsang. Rangsangan diteruskan ke simpul Tawara. Bersamaan dengan ini, otot dinding atrium berkontraksi sehingga ruangan atrium mengucup. Begitu impuls dari keith-flack sampai disimpul Tawara, maka katup antara atrium dan ventrikel terbuka, darah mengalir ke ventrikel. Sementara itu, impuls saraf diteruskan ke berkas his. Setelah darah masuk ke dalam ventrikel, klep antara atrium dan ventrikel menutup. Sesampainya rangsangan di miokardium ventrikel, maka berkontraksilah dinding ventrikel. Akibatnya, ruangan ventrikel menguncup. Tekanan ruangan dalam ventrikel maximum disebut tekanan sistole. Pada waktu sistole, darah terpompa ke aorta. Setelah darah terpompa keaorta, dinding ventrikel berelaksasi. Ruangan jantung membesar maximum sehingga tekanannya menjadi minimum. Tekanan terendah dalam ruangan jantung akibat otot jantung berelaksasi disebut diastole.

Skema diastole dan systole :
* Diastole - relaksasi  -  atrium menguncup - ventrikel mengembang
* Sistol - relaksasi  ventrikel berkontraksi atau menguncup dan darah terdorong keluar
Siklus jantung yaitu dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus sejak embrio berumur 25 hari sampai seseorang meninggal dunia. Sekali denyut, mulai dari pemompaan darah hingga memompa berikutnya disebut siklus jantung. Secara sederhana siklus pemompaan darah oleh jantung berlangsung sebagai berikut:
a.       otot jantung berelaksasi, semua klep jantung dalam keadaan menutup. Darah masuk kedalam atrium dari pembuluh balik.
b.       Klep berdaun tiga dan klep berdaun dua membuka. Darah mengalir dari atrium ke ventrikel. Aliran darah ini diperkuat oleh mengecilnya ruang serambi. Hal ini disebabkan oleh berkontraksinya dinding ventrikel.
c.        Dinding ventrikel berkontraksi. Bersamaan dengan itu, klep berdaun dua dan berdaun tiga menutup. Tetapi klep semilunaris membuka sehingga tekanan darah dalam ventrikel meningkat.
d.       Darah mengalir dengan kuat dari bilik menuju aorta. Bersamaan dengan ini dinding atrium mengembang sehingga darah masuk ke ventrikel dari vena.
Seluruh proses tersebut berlangsung kurang dari satu detik. Bila kita mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop, suara detaknya terdengar ganda. Yang pertama adalah bersamaan dengan menutupnya klep antara ventrikel dan atrium, sedangkan yang kedua adalah bersamaan dengan menutupnya klep semilunaris.

3. Pembuluh darah
Terdapat tiga macam pembuluh darah, yaitu:
Pembuluh nadi atau arteri,  yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri, dan arteriole. Aorta adalah pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan jantung. Arteri adalah cabang dari aorta, sedangkan arteriol adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler. 
 Pembuluh balik atau vena, yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Vena dibedakan menjadi venule, vena, dan vena cava. Venule adalah pembuluh balik yang berhubungan dengan kapiler. Vena menerima darah dari venule, sedangkan vena cava adalah pembuluh balik besar yang langsung berhubungan dengan jantung. 
 Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Kapiler merupakan pembuluh halus yang dindingnya hanya setebal selapis sel. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.

Macam-Macam Peredaran Darah
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan
dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung
sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari :

Peredaran darah besar atau sistem sirkulatoria magna, yaitu peredaran darah dari jantung
(ventrikel kiri) menuju keseluruh tubuh (kecuali paru-paru) dan kembali ke jantung (atrium kanan).
Peredaran darah kecil atau sirkulatoria parva, yaitu peredaran darah dari jantung (ventrikel kanan) menuju ke paru-paru kembali ke jantung (atrium kiri).
Perdaran vena porta, yaitu vena dari suatu alat tubuh sebelum menuju ke jantung, mampir dulu ke suatu alat. Pada manusia adalah sistem vena porta hepatis, yaitu darah dari usus, sebelum ke jantung mampir dulu ke hati.

B.     Kelainan pada sirkulasi darah
 Kelainan yang berhubungan dengan darah
a.       Anemia
Anemia merupakan penyakit kekurangan kadar Hb, Fe, dan eritrosit di dalam tubuh. Gejalanya muka pucat, lesu, sakit kepla, dan gangguan menstruasi.
b.       Leukemia
Leukimia merupakan kondisi produksi sel darah putih melebihi batas normal. Leukimia dapat terjadi karena adanya jaringan penghasil sel-sel darah tumbuh secara abnormal. Leukemia juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, terkena sinar radioaktif, terkena zat-zat kimia, serta factor keturunan (genetis). Gejela penyakit ini yaitu pucat, lesu, demam, dan pendarahan.
c.        Thalasemia
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh adnya gangguan produksi Hb dan Eritrosit. Thalasemia merupakan penyaki keturan/genetic. Gejalanya antra lain anemia, pembesaran limfa, bentuk tulang abnormal, dan gangguan pertumbhan.
d.       Sickle cell
Merupakan penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah menyerupai bulan sabit. Sel darah merah yang berbentuk bulan sabit tersebut mudah saling tindih pada pembuluh darah. Akibatnya, sel darah tersebut menyumbat pembuluh darah dan terjadi hemotisis (pecah). Selain itu, sel darah merah dengan bentuk bulan sabi memiliki daya ikat yang lemah terhadap oksigen. 

Kelainan pada jantung
a.       Jantung koroner
Penyakit ini disebabkan adanya penyumbatab pada arteri kecil di dinding jantung yang terjadi karena penebalan dinding jantung sebelah dalam. Akibatnya, aliran darah menjadi kurang lancer. Apabila tidak segera diatasi, penyumbatan ini dapat menyebabkan sel-sel otot jantung mengalami kematian sehingga terjadi gangguan dalam kontraksi otot jantung.
a.       Gagal jantung
Merupakan penyakit jantung yang paling menakutkan. Biasanya pederita, jantungnya berdetak tidak normal.
b.       Infark miokard akut.
Infark miokard akut disebabkan penyumbatan pada arteri koroner sehingga mengakibatkan kematian otot jantung. Bagian otot jantung yg tidak mendapatkan supply darah akan mengalami kerusakan ataupun kematian mendadak.
c.        Inflamasi jantung.
Gangguan ini bisa terjadi pada bagian miokarditis (dinding jantung), perikarditis (selaput jantung), dan endokarditis (bagian dalam jantung). Penyebab inflamasi jantung yaitu racun atau infeksi.
d.       Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah kelainan yang disebabkan gangguan/ kerusakan pada otot jantung yang menyebabkan tidak sempurnanya pergerakan dinding-dinding jantung dalam menyedot dan memompa darah. Bagi penderita penyakit ini beresiko terkena aritmia serta gagal jantung..Dalam perkembangannya, Kardiomiopati terbagi lagi menjadi 4 jenis yaitu :
a)    Kardiomipati kongesif
b)    Restriktif
c)    Hipertrofik
d)    Peripartum.
e.       Penyakit Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease)

Kelainan pada jantung ini disebabkan kerusakan permanen katup jantung karena adanya penyempitan atau kebocoran. Penyakit ini timbul karena demam rematik yang diakibatkan bakteri streptococcus.

f.         Kelainan katup  jantung (Heart valve disease)

Kelainan katup jantung adalah satu kondisi dimana salah satu atau lebih katup jantung tidak bekerja secara maksimal. Dengan bermasalahnya katup jantung, maka pengendalian arah aliran darah yang merupakan tugas dari katup jantung menjadi terganggu. Kelainan yang disebabkan bawaan sejak lahir ataupun infeksi dan efek samping pengobatan ini terdiri dari tiga jenis yaitu :
a)       Penyempitan (stenosis)
b)       Kebocoran (regurgiasi)
c)       katup tidak menutup sempurna (prolapsis).

g.        Perikarditis

Penyakit ini muncul sebagai akibat dari peradangan pada bagian katup jantung. Penyebab umumnya adalah infeksi virus serta efek terapi penyinaran untuk kanker payudara. Penyakit ini muncul sebagai akibat dari adanya penyumbatan pembuluh darah akibat lapisan lemak / kolestrol pada dinding nadi. Dengan adanya penyumbatan ini, proses supply dari dan ke jantung menjadi terganggu.

Kelainan pada pembuluh darah
 Hipertensi
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya  di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut usia,  hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90  mmHg (Sheps,2005).
Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga  melebihi batas normal. Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg. Hipertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah perifer dan kardiak output (Wexler, 2002).

 Varieses
Adalah pembuluh darah balik (vena) yang melebar dan berkelok-kelok akibat gangguan (hambatan) aliran darah. Bila hanya melebar saja disebut venektasi. Ini terjadi lantaran ketidakmampuan katub (klep) vena dalam mengatur aliran darah. Akibatnya aliran darah yang seharusnya mengalir lancar ke arah jantung, mengalami hambatan dan terjadi arus balik sebagian aliran darah dalam pembuluh darah vena, sehingga pembuluh darah vena melebar dan berkelok-kelok.Varices terutama terjadi pada tungkai, bisa terjadi pula pada vulva, skrotum, esophagus bagian distal, dan rektum. Diperkirakan varices pada ektremitas bawah terjadi pada satu diantara lima orang di dunia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dan orang yang pekerjaannya sering berdiri lama.
Varices dibedakan menjadi primer dan sekunder. Namun, penyebab varices vena yang pasti belum diketahui. Penderita dianggap mempunyai kelemahan pada vena yang bersifat herediter, sehingga terbentuk varices yang primer dan spontan. Varices sekunder merupakan gejala sisa thrombosis vena profunda akibat dilatasi vena kolateral dan kerusakan katup vena profunda.

Sklerosis
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit sistem saraf yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang. Kerusakan Selubung Mielin selubung, materi yang mengelilingi dan melindungi sel-sel saraf Anda. Kerusakan ini memperlambat atau blok pesan antara otak Anda dan tubuh Anda, yang menyebabkan gejala multiple sclerosis. Mereka dapat meliputi :
a.       Gangguan visual
b.       Kelemahan otot
c.        Masalah dengan koordinasi dan keseimbangan
d.       Sensasi seperti Baal, prickling, atau "PIN dan jarum"
e.        Masalah berpikir dan memori


                                                                                                    
Penjelasan:
Saat jantung berkontraksi, atrium dan ventrikel mengembang serta menguncup secara bergantian. Apabila atrium mengembang, jantung mengisap darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh balik (vena cava superioar dan vena cava inferior). Darah yang di hisap ini masuk ke atrium kanan dan darah dari vena pulmonalis yang kaya oksigen masuk ke atrium kiri.
Bila atrium menguncup maka ventrikel mengembang dan darah mengalir dari atrium ke ventrikel. Ventrikel menrupakan bagian jantung yang berfungsi memompa darah meninggalkan jantung. Saat ventrikel menguncup dari ventrikel kiri, darah yang kaya akan oksigen dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta, sedangkan darah yang kaya CO2 dipompa dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Setelah darah tertompa keluar, otot vetrikel mengendur.















DAFTAR PUSTAKA
Parker, S. 2002. Ilmu kedokteran. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai pustaka
Omegawati, Wigati, Hadi. 2006. Bilogi PR untuk SMA/MA. Klaten : Intan parawira
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan  Copyright©2009. PDF

sistem sirkulasi darah dalam tubuh manusia Author : Chaidar Warianto
Publish : 31-05-2011 21:35:25 .PDF

SISTEM PEREDARAN DARAH Ana ratna bahan kuliah . PDF










[1] Zat warna empedu
[2] Zat warna empedu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar