BAB
1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam
aktivitas dan kehidupannya individu memerlukan bahan-bahan untuk proses
metabolisme, seperti makanan dan oksigen. Proses metabolisme, selain
menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang
harus dikeluarkan dari tubuh. Untuk itu Peredaran
darah atau sirkulasi dalam darah berperan penting dalam kelangsungan atau
proses metabolisme. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan, oksigen,
hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalam tubuh melalui
sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan
diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme
diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
System
peredaran darah memiliki tiga komponen utama dalam prosesnya, yaitu sel darah,
jantung dan pembuluh darah. Darah berfungsi sebagai medium pengangkut zat
makanan, udara dan zat buangan. Sedangkan jantung berfungsi sebagai pemompa
darah sehingga dapat deredar keseluruh tubuh. Dan pembuluh darah sebagai tempat
darah beredar keseluruh tubuh. Tiga komponen ini sangat berperan penting dalam
proses perdaran darah. Karena apabila salah satu dari komponen ini ada masalah,
maka sirkulasi peredaran darahpun tidak lancar. Sehingga proses metabolisme
maupun kestabilan tubuh organisme akan mengalami gangguan atau kelainan.
B.
Tujuan
1.
Menjelaskan pengertian dan fungsi
sirkulasi darah.
2.
Menerangkan komponen penting dalam
perdaran darah.
3.
Menyebutkan dan menjelaskan gangguan-gangguan
pada sirkulasi darah.
C.
Manfaat
1. Pembaca
memahami tujuan dan fungsi dari sirkulasi darah.
2. Pembaca
mampu menjelaskan dan memhami komponen penting yang berperan dalam sirkulasi
darah.
3. Pembaca
mampu memahami jenis-jenis gangguan yang terjadi pada sirkulasi darah.
BAB
2
PEMBAHASAN
SISTEM SIRKULASI DARAH
A.
Pengertian
Sirkulasi atau peredaran dalam kamus besar bahasa Indonesia
daring bermakna peralihan (pergantian) dari keadaan yang satu ke keadaan yang
lain yang berulang- ulang. Sehingga peredaran darah ialah peralihan atau perpindahan
zat dari dan kesel, untuk melancarkan system
transportasi oksigen, pembuangan karbondioksida, dan hasil-hasil metabolismelainnya.
Sirkulasi darah
berperan penting dalam mendistribusi hormone dari kelenjar dan organ yang
memproduksi hormone ke sel-sel yang membutuhkan.Selain itu mampu
mensirkulasikan antibody dan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari
bakteri dan virus. System peredaran darah yang mengangkut zat makanan, zat
buangan, zat subtansi beracun, dan zat sisa hasil metabolism menuju ke
organ-organ seperti ginjal zat-zat tadi akan di buang, dan di hati akan
netralkan.
Sirkulasi ini
bersifat tertutup, karena pada keadaan normal tidak ada darah yang menempati
wadah di luar tempat aliran darah.Wadah tadi bisa berupa, pembuluh nadi,
kapiler atau rongga, pembuluh balik. Selain itu system peredaran dapat juga
disebut system darah rangkap. Artinya dalam sekali edar, darah melewati jantung
sebanyak dua kali. Saat darah beredar menuju paru-paru dan saat darah beredar
keseluruh tubuh. Darah yang beredar menuju paru-paru disebut sitem sirkulasi
pulmoner. Karena darah mengalir dari ventrikel kanan, menuju paru-paru, kembali
ke artrium kiri. Sedangkan darah yang beredar keseluruh tubuh disebut sirkulasi
sistemik. Karena darah mengalir dari ventrikel kanan, menuju kapiler tubuh atau
keseluruh tubuh, dan kembali ke atrium kanan.
Komponen-komponen
yang berperan dalam perdaran darah terdiri dari darah, jantung dan pembuluh
darah.
1. Sel Darah
Darah
merupakan cairan merah dalam pembuluh darah.Warna merah ini tidak selalu tetap atau
tidak selalu berwarana merah karena tergantung kandungan yang ada di dalamnya, terutama
oksigen dan karbondioksida. Apabila kadar oksigennya tinggi maka warnanya akan
berubah merah muda, namun jika karbondiaksida yang berkadar tinggi warnanya
menjadi merahtua.
Rata-rata
ada 6 atau 8 % darah pada tubuh manusia dari total BB. Jika sample darah
diambil kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu disentrifugasi maka
tampak darah tersusun atas 55% plasma darah dan 45% sel-sel darah.
Sel Darah manusia terdiri dari dua
komponen utama, yaitu sel-sel darah(bagian padat) dan plasma darah (cairan darah). Tiap-tiap
komponen darah terdiri atas
berbagai komponen, yaitu :
a.
Plasma
darah
Plasma darah terdiri dari air yang
didalamnya terlarut berbagai macam zat, 90% air dan 10% sisanya zat-zat yang
terlarut didalamnya. Zat- zat ini seperti zat organic, maupun zat anorganik dan
zat yang berguna maupun zat buangan sehingga jumlahnya sekitar 7-10%.
Berikut
adalah zat-zat yang terlarut dalam plasma darah :
Zat makanan dan mineral
|
Zat-zat yang diproduksi sel
|
Protein darah tersusun asam amino
|
Zat-zat metabolisme
|
Gas-gas pernapasan
|
Glukosa
Asam amino
Kolestrol
Asam lemak
Garam mineral
|
Enzim
Hormone
Antibody
|
Albumin (menjaga tekanan osmotic darah) Fibirinogen (penting untuk proses pembekuan darah). Globulin (membentuk gemaglobulin)
|
1. Urea
2. Asam urat
Dll.
|
Oksigen
Karbondioksida
N2
|
b.
Sel-sel
darah
Dibandingkan
dengan plasma darah, jumlah sel-sel darah lebih banyak sekitar 40% hingga 50% .
Sel-sel darah rediri dari :
a)
Sel
darah merah (Eritrosit)
Eritosit
merupakan komponen utama sel darah yaitu sekitar 99% dari komponen sel darah
utuh. Jumlah sel darah laki-laki dan wanita berbeda, setiap mm3
darah pada seorang laki-laki mengandung 5 juta sel darah merah, sedangkan pada
wanita sekitar 4 juta sel darah merah. Eritosit berbentuk bikonkaf sehingga memiliki permukaan yang lebar, tidak berinti
sehingga tidak dapat hidup lama. Umur eritrosit sekitar 120 hari saja, setelah
mati akan dirombak dalam hati menjadi bilirubin[1]
dan biliverdin[2].
Zat besi hasil perombakan tersebut kemudian dikirim ke hati dan limpa untuk
membentuk eritrosit baru.
Mengandung
Hb yang berperan mengikat O2, dari paru-paru untuk diedarkan ke
seluruh tubuh. Karena Hb ini merupakan protein yang mengandung senyawa hemin
dan Fe yang berguna mengikat O2 dan CO2.
Pembentukan
eritosit pada orang dewasa dan pada janin berbeda. Saat di rahim ibu, eritrosit
di bentuk dalam hati dan limpa. Namun pada orang dewasa atau bayi yang baru
lahir, eritrosit dibentuk di sumsum tulang, misalnya di tulang dada, tulang
lengan atas, tulang lengan atas, tulang kaki atas, dan tulang pinggul.
b) Sel darah putih (leukosit)
Leukosit
memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup berbulan-bulan, tidak
mengandung Hb sehingga tidak berwarna merah. Setiap 1 mm3 mengandung
6000-9000 sel darah putih dan ukurannya lebih besar daripada eritrosit,
bergerak secara ameboid.
Leukosit
dibentuk di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah bening atau kelenjar limfe.
Sel darah putih berdasarkan karakteristik sitoplasmanya dapat dibagi menjadi
dua yaitu :
-
Granulosit dibentuk oleh jaringan retikulo
endothelium, merupakan leukosit yang bergranula. Terdiri atas :
v
Neutrofil granula menyerap warna bersifat netral
(granula merah kebiruan), fagosit, jumlah netrofil meningkat disebut leukosit tosis.
v
Eosinofil granula menyerap warna bersifat asam
(granula merah), fagosit, untuk mengatasi jenis-jenis penyakit karena alergi.
v
Basofil granula menyerapwarna bersifat basa
(granula biru), fagosit, menghasilkan heparin untuk pembekuan darah.
-
Agranulotis dibentuk di kelenjar limpa, merupakan
leukosit yang tidak bergranula. Terdiri atas :
v
Monosit inti
besar, bersifat fagosit, dapat bergerak cepat.
v
Limfosit inti
sebuah, untuk imunitas, tidak dapat bergerak.
c) Keeping darah (trombosit)
Keping
darah atau sel darah pembeku atau trombosit ini merupakan fragmen-fragmen besar
sel yang disebut megakariosit, tidak berinti dan tidak beraturan. Masa hidup
keping darah ini terbilang sangat pendek sekitar 10-12 hari, karena tidak
berinti. Setiap milliliter darah terdapat keeping darah sekitar 200.000 –
400.000 butir. Keeping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Berikut
merupakan mekanisme pembekuan darah :
Apabila
pembuluh darah rusak, terluka, atau terpotong maka darah akan mengalir dari
pembuluh darah. Dan akan berhenti mengalir keluar karena terjadi proses
pembekuan. Didalam plasma darah terdapat trombosit yang akan pecah. Tombosit
pecah dalam daerah cedera mengeluarkan granula yang mengandung serotonin.
Serotonin akan menyebabkan mengakibatkan vasokonstriksi kontraksi otot polos
vaskuler, menghambat atau menghentikan aliran darah dalam daerah cedera.
Trombosit dengan mudah melekat pada kolagen yang terbuka pada tempat cedera
dan, bersamaan dengan kerusakan sel-sel endotel, mengeluarkan enzim
tromboplastin (trombokinase). Dalam suatu rangkaian reaksi, tromboplastin
secara enzimatik mengubah protombin plasma menjadi trombin, yang selanjutnya
mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Protrobin dan fibrinogen keduanya
disintesis oleh hati dan dikeluarkan ke dalam darah. Setelah pembentukannya,
fibrin berpolimerisasi menjadi matriks fibriler yang menangkap
trombosit-trombosit dan sel-sel darah dan menimbulkan sumbatan hemostatik,dasar
dari bekuan darah (trombus). Trombosit juga mengeluarkan trombotenin, suatu
protein kontraktil yang digabungkan dalam bekuan dan menyebabkan retraksi
bekuan. Lisosom trombosit selanjutnya dapat memegang peranan dalam lisis bekuan
setelah penyembuhan.
Mekanisme pembekuan darah mengeluarkan
:
a. Trombosit
pecah tromboplastin / faktor antihemofili trombokinase.
b. Protombin
trombin Ca++ dan Vit.K.
c.
Fibrinogen fibrin.
Untuk keperluan tertentu, misal dalam
proses pengambilan darah dari donor, maka
pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan :
a) Mendinginkan
darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin.
b) Memberi
garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkan ion Ca, sehingga
pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat.
c) Pemberian
heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah).
Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam transfusi darah dan pada
saat operasi.
d) Mencegah
persentuhan dengan permukaan yang kasar, missal menggunakan alat pengambil
darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin dan halus.
2. Jantung
Jantung
merupakan organ yang sangat penting pada proses peredaran darah. Jantung
manusia terdiri atas empat ruang, yaitu atrium kanan dan kri, serta vertikel
kanan dan kiri. letaknya di dalam rongga dada agak ke
kiri. Bersarnya kurang lebih sama dengan kepalan. Jantung mempunyai
bagian-bagian sebagai berikut:
a. Dinding
jantung
Dinding jantung merupakan bagian yang
membungkus ruangan jantung. Dinding ini terdiri atas tiga lapis, yaitu:
a) Perikardium
Perikardium adalah selaput pembungkus
jantung. Perikardium iniberlapis dua. Diantara keduanya terdapat cairan limfa
yang berfungsi untuk menahan gesekan.
b) Miokardium
Miokardium adalah otot jantung. Otot
ini tersusun atas jenis otot yang bekerja secara tidak sadar.
c) Endokardium
Endokardium adalah selaput yang membatasi
ruangan jantung.
b. Ruangan
jantung
Ruangan jantung manusia berjumlah empat
terdiri dari dua serambi (atrium) kanan dan kiri serta dua bilik (ventrikel)
kanan dan kiri. Serambi kanan berisi darah yang kaya CO2 berasal
dari seluruh tubuh, sedangkan serambi kiri berisi darah yang kaya oksigen yang
berasal dari paru-paru.
c.
Klep jantung
Antara
serambi dan bilik, antara bilik dan nadi terdapat klep atau valvula.
Fungsi klep ini untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Klep-klep
tersebut adalah sebagai berikut:
a)
Klep berdaun tiga atau valvula
trikuspidalis, terdapat diantara serambi kanan dan bilik kanan. Klep ini
berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kanan tidak kembali ke serambi
kanan.
b)
Klep berdaun dua atau valvula
biskupidalis, terdapat diantara serambi kiri dan bilik kiri. Klep ini
berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kiri tidak kembali ke serambi
kiri.
c)
Klep berbentuk bulan sabit atau valvula
seminularis. Klep ini terdiri atas tiga daun dan terdapat pada pangkal nadi
besar. Fungsinya adalah untuk mencegah agar darah dalam nadi tidak kembali ke
bilik.
d.
Saraf jantung
Saraf
pada jantung membentuk beberapa simpul saraf jantung. Simpul saraf tersebut
adalah sebagai berikut:
a)
Simpul Keith-Flack atau Nodus
Sino Aurikularis.
Simpul
saraf ini terdapat pada dinding serambi, diantara vena yang masuk ke serambi
kanan.
b)
Simpul Tawara atau Nodus
Atrioventrikularis.
Simpul
saraf ini terdapat pada sekat antara serambi dan bilik.
c)
Berkas His.
Berkas
His berupa serabut saraf yang merupakan kelanjutan dari simpul tawara. Serabut
saraf dari berkas His ini terdapat pada sekat antara bilik dan bercabang cabang
ke otot jantung dinding ventrikel.
Cara kerja jantung yaitu bila atrium jantung mengembang, jantung akan
mengisap darah masuk ke atrium dari
pembuluh balik. atrium kanan menarik
darah dari vena cava superior dan vena cava inferior, sedangkan atrium kiri menarik darah vena
pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Bersamaan masuknya darah ke atrium kanan, simpul keith-flack terangsang.
Rangsangan diteruskan ke simpul Tawara. Bersamaan dengan ini, otot dinding atrium berkontraksi sehingga ruangan atrium mengucup. Begitu impuls dari
keith-flack sampai disimpul Tawara, maka katup antara atrium dan ventrikel terbuka,
darah mengalir ke ventrikel.
Sementara itu, impuls saraf diteruskan ke berkas his. Setelah darah masuk ke
dalam ventrikel, klep antara atrium dan ventrikel menutup. Sesampainya rangsangan di miokardium ventrikel, maka berkontraksilah dinding ventrikel. Akibatnya, ruangan ventrikel menguncup. Tekanan ruangan
dalam ventrikel maximum disebut tekanan
sistole. Pada waktu sistole, darah terpompa ke aorta. Setelah darah terpompa
keaorta, dinding ventrikel
berelaksasi. Ruangan jantung membesar maximum sehingga tekanannya menjadi
minimum. Tekanan terendah dalam ruangan jantung akibat otot jantung berelaksasi
disebut diastole.
Skema diastole dan systole :
* Diastole - relaksasi - atrium
menguncup - ventrikel mengembang
* Sistol - relaksasi
- ventrikel
berkontraksi atau menguncup dan darah terdorong keluar
Siklus
jantung yaitu dalam kerja memompa darah,
jantung berdenyut secara terus-menerus sejak embrio berumur 25 hari
sampai seseorang meninggal dunia. Sekali denyut, mulai dari pemompaan
darah hingga memompa berikutnya disebut siklus jantung. Secara sederhana
siklus pemompaan darah oleh jantung berlangsung sebagai berikut:
a. otot
jantung berelaksasi, semua klep jantung dalam keadaan menutup. Darah masuk
kedalam atrium dari pembuluh balik.
b. Klep
berdaun tiga dan klep berdaun dua membuka. Darah mengalir dari atrium ke ventrikel. Aliran darah ini diperkuat oleh mengecilnya ruang
serambi. Hal ini disebabkan oleh berkontraksinya dinding ventrikel.
c.
Dinding ventrikel berkontraksi. Bersamaan dengan itu, klep berdaun dua dan
berdaun tiga menutup. Tetapi klep semilunaris membuka sehingga tekanan darah
dalam ventrikel meningkat.
d. Darah
mengalir dengan kuat dari bilik menuju aorta. Bersamaan dengan ini dinding atrium mengembang sehingga darah masuk ke
ventrikel dari vena.
Seluruh proses tersebut berlangsung
kurang dari satu detik. Bila kita mendengarkan denyut jantung dengan
stetoskop, suara detaknya terdengar ganda. Yang pertama adalah bersamaan
dengan menutupnya klep antara ventrikel
dan atrium, sedangkan yang kedua
adalah bersamaan dengan menutupnya klep semilunaris.
3. Pembuluh darah
Terdapat
tiga macam pembuluh darah, yaitu:
Pembuluh nadi atau arteri, yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri, dan arteriole. Aorta adalah pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan jantung. Arteri adalah cabang dari aorta, sedangkan arteriol adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler.
Pembuluh balik atau vena, yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Vena dibedakan menjadi venule, vena, dan vena cava. Venule adalah pembuluh balik yang berhubungan dengan kapiler. Vena menerima darah dari venule, sedangkan vena cava adalah pembuluh balik besar yang langsung berhubungan dengan jantung.
Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Kapiler merupakan pembuluh halus yang dindingnya hanya setebal selapis sel. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.
Pembuluh nadi atau arteri, yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri, dan arteriole. Aorta adalah pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan jantung. Arteri adalah cabang dari aorta, sedangkan arteriol adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler.
Pembuluh balik atau vena, yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Vena dibedakan menjadi venule, vena, dan vena cava. Venule adalah pembuluh balik yang berhubungan dengan kapiler. Vena menerima darah dari venule, sedangkan vena cava adalah pembuluh balik besar yang langsung berhubungan dengan jantung.
Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Kapiler merupakan pembuluh halus yang dindingnya hanya setebal selapis sel. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.
Macam-Macam
Peredaran Darah
Peredaran darah manusia merupakan
peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan
dari dan ke seluruh tubuh melalui
pembuluh darah dan darah mengalir melewati
jantung
sebanyak dua kali sehingga disebut
sebagai peredaran darah ganda
yang terdiri dari :
Peredaran darah besar atau sistem sirkulatoria magna, yaitu peredaran darah dari jantung
(ventrikel kiri) menuju keseluruh tubuh (kecuali paru-paru) dan kembali ke jantung (atrium kanan).
Peredaran darah kecil atau sirkulatoria parva, yaitu peredaran darah dari jantung (ventrikel kanan) menuju ke paru-paru kembali ke jantung (atrium kiri).
Peredaran darah besar atau sistem sirkulatoria magna, yaitu peredaran darah dari jantung
(ventrikel kiri) menuju keseluruh tubuh (kecuali paru-paru) dan kembali ke jantung (atrium kanan).
Peredaran darah kecil atau sirkulatoria parva, yaitu peredaran darah dari jantung (ventrikel kanan) menuju ke paru-paru kembali ke jantung (atrium kiri).
Perdaran vena porta, yaitu vena dari suatu alat tubuh sebelum menuju ke
jantung, mampir dulu ke suatu alat. Pada manusia adalah sistem vena porta
hepatis, yaitu darah dari usus, sebelum ke jantung mampir dulu ke hati.
B.
Kelainan pada sirkulasi darah
Kelainan yang berhubungan dengan darah
a. Anemia
Anemia merupakan penyakit kekurangan
kadar Hb, Fe, dan eritrosit di dalam tubuh. Gejalanya muka pucat, lesu, sakit
kepla, dan gangguan menstruasi.
b. Leukemia
Leukimia merupakan kondisi produksi sel
darah putih melebihi batas normal. Leukimia dapat terjadi karena adanya
jaringan penghasil sel-sel darah tumbuh secara abnormal. Leukemia juga dapat
disebabkan oleh infeksi virus, terkena sinar radioaktif, terkena zat-zat kimia,
serta factor keturunan (genetis). Gejela penyakit ini yaitu pucat, lesu, demam,
dan pendarahan.
c.
Thalasemia
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh
adnya gangguan produksi Hb dan Eritrosit. Thalasemia merupakan penyaki
keturan/genetic. Gejalanya antra lain anemia, pembesaran limfa, bentuk tulang
abnormal, dan gangguan pertumbhan.
d. Sickle
cell
Merupakan penyakit yang ditandai dengan
bentuk sel darah menyerupai bulan sabit. Sel darah merah yang berbentuk bulan
sabit tersebut mudah saling tindih pada pembuluh darah. Akibatnya, sel darah
tersebut menyumbat pembuluh darah dan terjadi hemotisis (pecah). Selain itu,
sel darah merah dengan bentuk bulan sabi memiliki daya ikat yang lemah terhadap
oksigen.
Kelainan pada jantung
Kelainan pada jantung
a. Jantung
koroner
Penyakit ini disebabkan adanya
penyumbatab pada arteri kecil di dinding jantung yang terjadi karena penebalan
dinding jantung sebelah dalam. Akibatnya, aliran darah menjadi kurang lancer.
Apabila tidak segera diatasi, penyumbatan ini dapat menyebabkan sel-sel otot
jantung mengalami kematian sehingga terjadi gangguan dalam kontraksi otot
jantung.
a. Gagal
jantung
Merupakan penyakit jantung yang paling
menakutkan. Biasanya pederita, jantungnya berdetak tidak normal.
b. Infark
miokard akut.
Infark
miokard akut disebabkan penyumbatan pada arteri koroner sehingga mengakibatkan
kematian otot jantung. Bagian otot jantung yg tidak mendapatkan supply darah
akan mengalami kerusakan ataupun kematian mendadak.
c.
Inflamasi jantung.
Gangguan
ini bisa terjadi pada bagian miokarditis (dinding jantung), perikarditis (selaput
jantung), dan endokarditis (bagian dalam jantung). Penyebab inflamasi jantung
yaitu racun atau infeksi.
d. Kardiomiopati
Kardiomiopati
adalah kelainan yang disebabkan gangguan/ kerusakan pada otot jantung yang
menyebabkan tidak sempurnanya pergerakan dinding-dinding jantung dalam menyedot
dan memompa darah. Bagi penderita penyakit ini beresiko terkena aritmia serta
gagal jantung..Dalam perkembangannya, Kardiomiopati terbagi lagi menjadi 4
jenis yaitu :
a) Kardiomipati kongesif
b) Restriktif
c) Hipertrofik
d) Peripartum.
e. Penyakit
Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease)
Kelainan
pada jantung ini disebabkan kerusakan permanen katup jantung karena adanya
penyempitan atau kebocoran. Penyakit ini timbul karena demam rematik yang diakibatkan
bakteri streptococcus.
f.
Kelainan katup jantung (Heart valve disease)
Kelainan
katup jantung adalah satu kondisi dimana salah satu atau lebih katup jantung
tidak bekerja secara maksimal. Dengan bermasalahnya katup jantung, maka
pengendalian arah aliran darah yang merupakan tugas dari katup jantung menjadi
terganggu. Kelainan yang disebabkan bawaan sejak lahir ataupun infeksi dan efek
samping pengobatan ini terdiri dari tiga jenis yaitu :
a) Penyempitan (stenosis)
b) Kebocoran (regurgiasi)
c) katup tidak menutup sempurna
(prolapsis).
g. Perikarditis
Penyakit
ini muncul sebagai akibat dari peradangan pada bagian katup jantung. Penyebab
umumnya adalah infeksi virus serta efek terapi penyinaran untuk kanker
payudara. Penyakit ini muncul sebagai akibat dari adanya penyumbatan pembuluh
darah akibat lapisan lemak / kolestrol pada dinding nadi. Dengan adanya
penyumbatan ini, proses supply dari dan ke jantung menjadi terganggu.
Kelainan pada pembuluh darah
Hipertensi
Hipertensi didefinisikan sebagai
tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas
90 mmHg. Pada populasi lanjut usia, hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Sheps,2005).
Hipertensi diartikan sebagai
peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah normal
adalah 110/90 mmHg. Hipertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah
perifer dan kardiak output (Wexler, 2002).
Varieses
Adalah pembuluh darah balik (vena) yang
melebar dan berkelok-kelok akibat gangguan (hambatan) aliran darah. Bila hanya
melebar saja disebut venektasi. Ini terjadi lantaran ketidakmampuan katub
(klep) vena dalam mengatur aliran darah. Akibatnya aliran darah yang seharusnya
mengalir lancar ke arah jantung, mengalami hambatan dan terjadi arus balik
sebagian aliran darah dalam pembuluh darah vena, sehingga pembuluh darah vena melebar
dan berkelok-kelok.Varices terutama terjadi pada tungkai, bisa terjadi pula
pada vulva, skrotum, esophagus bagian distal, dan rektum. Diperkirakan varices
pada ektremitas bawah terjadi pada satu diantara lima orang di dunia. Kondisi
ini lebih sering terjadi pada wanita dan orang yang pekerjaannya sering berdiri
lama.
Varices dibedakan menjadi primer dan
sekunder. Namun, penyebab varices vena yang pasti belum diketahui. Penderita
dianggap mempunyai kelemahan pada vena yang bersifat herediter, sehingga
terbentuk varices yang primer dan spontan. Varices sekunder merupakan gejala
sisa thrombosis vena profunda akibat dilatasi vena kolateral dan kerusakan
katup vena profunda.
Sklerosis
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit
sistem saraf yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang. Kerusakan Selubung
Mielin selubung, materi yang mengelilingi dan melindungi sel-sel saraf Anda.
Kerusakan ini memperlambat atau blok pesan antara otak Anda dan tubuh Anda,
yang menyebabkan gejala multiple sclerosis. Mereka dapat meliputi :
a.
Gangguan
visual
b.
Kelemahan
otot
c.
Masalah
dengan koordinasi dan keseimbangan
d.
Sensasi
seperti Baal, prickling, atau "PIN dan jarum"
e.
Masalah
berpikir dan memori
Penjelasan:
Saat
jantung berkontraksi, atrium dan ventrikel mengembang serta menguncup secara
bergantian. Apabila atrium mengembang, jantung mengisap darah dari seluruh
tubuh melalui pembuluh balik (vena cava superioar dan vena cava inferior).
Darah yang di hisap ini masuk ke atrium kanan dan darah dari vena pulmonalis
yang kaya oksigen masuk ke atrium kiri.
Bila
atrium menguncup maka ventrikel mengembang dan darah mengalir dari atrium ke
ventrikel. Ventrikel menrupakan bagian jantung yang berfungsi memompa darah
meninggalkan jantung. Saat ventrikel menguncup dari ventrikel kiri, darah yang
kaya akan oksigen dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta, sedangkan darah yang
kaya CO2 dipompa dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis. Setelah darah tertompa keluar, otot vetrikel mengendur.
DAFTAR
PUSTAKA
Parker, S. 2002. Ilmu kedokteran.
Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai pustaka
Omegawati, Wigati, Hadi. 2006.
Bilogi PR untuk SMA/MA. Klaten : Intan parawira
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan
& Kesehatan Copyright©2009.
PDF
sistem
sirkulasi darah dalam tubuh manusia Author : Chaidar Warianto
Publish
: 31-05-2011 21:35:25 .PDF
SISTEM PEREDARAN DARAH Ana ratna bahan kuliah . PDF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar