Assalamualakum
warahmatullah wabarakatuh
Dear
diri yang jauh disana…
Selamat
pagi untuk diri yang penuh dengan bayangan malam gelap, selamat pagi untuk diri
yang seperti ini… Pandanglah sejenak langit, pandanglah sejenak pagi, walau
kini malam yang kau rasakan, sedikit ku ingin menanyakan kabarmu… dengan
sapaan, apa kabar diri? Apa kabarmu hati? Bagaimana kabarmu fikiran? Semoga senantiasa dalam kejernihan, waLau
tidak mungkin jernih seperti sediakala. Semoga senantiasa dalam ketenangan,
walau gundah semenjak kala itu terus
melanda. Dan walau semua itu yang kau rasakan, Semoga senantiasa terjaga iman
dalam dadamu, kini aku ingin menyapa lagi, dengan pertanyaan, bagaimana
perjalanan mu kali ini? Sudah sampai manakah jalan yang kau tempuh?
Aku
akan selalu mendoakanmu, Semoga semakin dekat dengan tujuan yang sudah kau bangun
semenjak kala itu, dan semoga masih pada peta perjalanan yang sudah diberikan
olehNYA.
Aku
ingin menyapa dirimu lagi, dengan sapaan seperti ini,
Wahai
diri yang sejatinya meridukan kasiNYA, wahai diri yang sejatinya mengharapkan
cinta suciNYA, Terus lah pada awal tujuanmu, bangunlah rumah yang indah, cemari
lingkungan mu dengan ilmu yg sudah dimiliki, ajari terus dirimu, ajari terus
ia, hingga ia benar2 faham, dan mengerti kedewasaan yang sebenarnya, tanpa ternodai kemunafikan, sekali lagi , ajari ia
untuk ikhlas, tanpa kedustaaan, ajari ia untuk terus sabar dengan prosesnya,
istiqomalh wahai diri yang seperti ini… percayalah kepadaNYA, kamu harus
percaya padaNYA, janjiNYA, akan selalu ia tepati selagi kamu percaya, jangan
merasa tersakiti pada siapapun yag menyakiti, jangan merasa tidak berguna pada
siapapun yang menyepelekanmu, jangan merasa asing pada siapa yang
mengasingkanmu, karna sesungguhnya kau berada pada keramaian cintaNYA, Allah
yang melihatMU disitu, DIA yang akan mengobati hati yg sakit nan pilu, DIA yang
akan menemani dikala sepimu itu, DIA yang akan memuliakan mu, sekali lagi ikhlaslah,
ajari dirimu ikhlas, tulus untuk mencari ilmu dan menyebarkannya, agar kuat
dirimu, agar kuat agama mu, dan kokohlah islam, ditangan orang2 yang berilmu… Suatu saat nanti
pasti bisa, pasti akan kau rasakan nikmat indah itu, nikmat ilmu,nikmat ilmu
yang dirindukan para pencari ilmu, nikmt kerinduan yang telah dirasakan
penyebar ilmu dan para pemilik ilmu, suatu saat nanti, giliran dirimu yang
jahil itu merasakannya, hanya butuh
waktu sejenak untuk merenung, sedikit lagi, butuh usaha untuk mewujudknnya,berusaha
untuk tidak banyak kesalhan, karna tentu pasti memiliki kesalhan disetiap perubahan..
Sudahi untuk bermain.main
menikmati dunia balita, sekarng waktunya, kau menikmati dunia kedewasaan, yang
banyak di selimuti taman2 syurga keilmuan… disana kau akan mendapati keindahan
yang tak terkira, keindahan yang sebenarnya dirindukan setiap insan ilmu…
keindahan itu berada pada taman keimanan.
Mungkin belum pada masa
ini, namun suatu saat nanti pasti akan aku nasehati diri ini dan kalian, akan
aku nasehti, bukan untuk merasa benar, namun untuk membenarkan jalan yang belum
benar, serahkan semuanya pada ALLAH saja, serahkan padaNYA saja, sungguh DIA yang kau
nantikan sebenarnya…
Sekian lama kau jauh,
meninggalkan ku sendiri disini, sekian lama kau berjalan.jalan dijalan yang
tanpa peta, kau menunduk, tanpa melihat dan memperhtaikanku, menundukan hati
dan pandangan itu padaNYA juga, kenpa seperti itu dulu? Kenapa?
Sekali aku percaya , kau tak
mau lagi seperti itukan? Dan kini aku bahgia, kau telah berada pada taman sejuk
itu, taman yang kau harapkan, namun tak
pernah kau impikan sebelumnya, dan kau tak ingin pindah, apalagi berpaling, aku
bahagia karna kau tak berpaling lagi, aku bahagia karna kau, hanya percaya
padaNYA…
Aku ingat pada saat itu
kau menyuruhku berdoa, kata-kata itu terngiang seperti ini
“ Berdolah wahai hamba yang takberdaya, berdoalah
pada Tuhan yang Maha daya.. berdolah seperti ini…
Allahumma ‘alimal ghaibi wasysyhadati fathiras samawati wal
ardhi, rabba kulli syai’iwa malikahu, asyhadu alla ilaha anta, a’udzu bika min
syarri nafsi, wa min syarrisy syaithani wa syirkii, wa ‘an ‘aqtarifa ‘ala nafsi
sU’an au ajurrahu ila muslim
Kau
pun melantuntkan artinya dengan syahdu, seperti ini :
‘’ya ALLAH Yang Maha mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai
TUHAN pencipta langit dan bumi, TUHAN segala sesuatu dan yang merajainya. Aku
berlindung kepada MU dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya dan aku
berlindung kepadaMU dari berbuat kejelakan terhadap diri ku atau menyeratnya
kepada seorang muslim. “
Aamiin…
Engkaulah
diri yang penuh potensi. Engkaulah diri yang penuh kemampuan, yakinlah kekuatan
mu ada, walau banyak kelemahan yg kau punya…
Kini
aku tutup surat ini dengan imajinasimu waktu itu…
Bukankah
kau sering membayangkan, suatu ketika kau berada pada bunga-bunga sakura dengan
keindahan merah muda, diahiasi rerumputan hijau dan disampingnya ada sungai2
yang mengalir dengan tenang… kau berkata padaku, “jernihnya sungai itu,
membuatku iri , namun aku senantiasa berdoa padaNYA, agar hatiku pun sama
dengan jernihnya sungai itu..” itulah perkataan mu saat itu
setelah
kau memandang sungai itu, kembali kau palingkan tatapan mu pada sekumpulan
bunga tulip yang berwarna-warni, namun indah dipandang, aku perhatikan kau
berdoa kembali padaNYA, yang kudengar “semoga hamba juga merasakan perbedaan
seperti keindahan yang dipancarkan bunga-bunga tulip itu, perbedaan penuh
kedamaian, tanpa menyalhkan salah satu warna, tanpa membela warna yang disukai,
“
itulah
imajinasi yang sering kau ceritakan padaku, taman kesejukan dalam alam bawah
sadarmu, telah menghiasi setiap imajinasimu dengan awan-awan rindu pada NYA…
dan
akhirnya, kaupun berada pada taman yang kau rindukan itu, taman iman nan indah…
doa ku, semoga IA senantiasa menjaga taman itu untuk mu selama-lamanya…
doa ku, semoga IA senantiasa menjaga taman itu untuk mu selama-lamanya…
aamiin…
sudah dulu ya diriku, aku percaya padamu, Bahwa kaulah wanita hebat, dengan keimanan
yang selalu kau usahakan melukiskannya di taman keimanan hati mu…
dan aku percaya padaNYA! bahwa IA akan selalu
memberikan “Nor kholidah” (cahaya abadi) kepada mu…
Wassalam
mualaykum warahmatullah wabarakatuh
Dari
: ‘nurani’ yang merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar